Penantian Panjang . . .
“Dek bangun. . . bbbaannnggguuunnn. . .“ teriak seseorang membangunkanku.
“Iyaa bentar lagi. . .” gue menggeliat di tempat tidur.
“Nanti loe telad ke sekolahnya Tha.” Teriak kak Rafa tak kalah kencangnya dengan suaranya yang tadi.
“Masih pagi gini. Bentar 10 menit lagi.” gue narik selimut yang tadi di tarik oleh kak Rafa.
“Sekarang udah jam setengah tuju, kakak mau berangkat nih.” Teriak kak Rafa dengan nada kesalnya.
“What?” gue menoleh kearah jam dinding, dan ternyata My God beneran jam setengah tuju. Gue langsung menuju kamar mandi tak menghiraukan kak Rafa yang berada di kamar tercinta gue.